Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts
Tuesday, October 6, 2015
Sel Limfosit: Sang Pahlawan Yang Tak Dikenal
Peran Limfosit yang sangat penting untuk
melawan penyakit-penyakit menular yang utama seperti AIDS, TBC, Rabies dan
penyakit lain yang cukup serius seperti Kanker, Agina dan Rematik. Tentu saja
bukan berarti Limfosit tidak berperan pada penyakit-penyakit lainnya. Bahkan,
pilek tidak lain adalah akibat perang yang dikobarkan Limfosit untuk mengusir
virus flu yang sangat berbahaya dari tubuh.
Limfosit merupakan sel utama dalam sistem
kekebalan tubuh manusia. Peperangan yang sengit di dalam tubuh hanya dapat dimenangkan
berkat usaha gigih limfosit. Cerita kehidupan sel ini penuh dengan
tahapan-tahapan yang sangat mengagumkan dan menarik, yang masing-masing,
walaupun berdiri sendiri, sudah cukup untuk menunjukkan keusangan teori
evolusi. Para tentara pemberani ini terdapat di dalam sumsum tulang, pusat
limfotik, kelenjar ludah, limpa, tonsil dan persendian. Limfosit ini biasanya
banyak terdapat dan dihasilkan di sumsum tulang.
Pembentukan limfosit di sumsum tulang merupakan
salah satu kejadian biologis yang paling misterius yang terjadi pada manusia.
Di sini, sel-sel batang dengan sangat cepat melewati sejumlah tahapan-tahapan
biologis dan mengambil struktur yang benar-benar baru dengan mengubah diri
menjadi limfosit (sel batang adalah sel yang tidak terspesialisasi tetapi
kemudian menjadi sel khusus, misalnya sel darah).
Meskipun demikian, ada perkembangan besar di
dalam rekayasa genetika. Kalalulah transformasi dari spesies mikroba yang
paling sederhana menjadi spesies lain yang mirip tentunya dianggap tidak
mungkin terjadi. Akan tetapi, misteri kejadian yang berlangsung pada sumsum
tulang ini malah lebih besar lagi. Bahkan secara nalar tidak masuk akal.
Limfosit, adalah sebuah produk transformasi
misterius ini. Ia merupakan salah satu kenyataan yang diabaikan oleh banyak
orang. Padahal, ia memainkan peran sangat menarik dalam sistem pertahanan tubuh
manusia. Mereka memeriksa sel-sel tubuh beberapa kali dalam sehari hanya untuk
melihat jika ada sel-sel yang sakit. Jika ditemukan sel yang sakit atau sel
yang tua, limfosit memusnahkannya. Faktnya, terdapat sekitar hamper seratus
triliun sel di dalam tubuh kita, dan kuantitas limfosit hanya berjumlah satu
persen saja.
Kebanyakan musuh dapat dikalah tubuh dengan antibody.
Ini mungkin membuat Anda bertanya-tanya mengapa limfosit harus terjun langsung
ke kancah medan perang. Padahal mereka juga telah berkontribusi dengan
memproduksi antibody. Namun, sebagian mikroba bersifat sangat mematikan
sehingga diperlukan toksin kimia yang sangat kuat untuk memusnahkannya. Oleh
karena itu, sebagian limfosit menggunakan toksin kimia ini dan berpartisipasi
langsung dalam peperangan. Diantaranya adalah dengan menggunakan Sel B.
Monday, October 5, 2015
Kenali Bahaya Gas Karbon Monoksida
Stop karbon monoksida sekarang juga. Karbon monoksida, dengan rumus kimia CO, adalah
gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom
karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan
ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom
karbon dan oksigen.
Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak
sempuran dari senyawa karbon, sering terjadi pada bagian dalam mesing
pembakaran. Karbon monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen
dalam proses pembakaran. Karbon dioksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah
api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida. Walaupun ia bersifat racun, CO
memainkan peran yang penting dalam teknologi modern, yakni merupakan prekusor banyak
senyawa karbon.
Gas carbon monoxide (CO) merupakan gas
berbahaya yang mematikan dan harus diwaspadai. Itu karena, gas ini tidak berbau
dan berwarna. Sehingga, kebanyakan orang yang menghirup gas ini cenderung tidak
menyadari adanya bahaya yang sedang mengancam jiwa. Dari sejumlah kasus,
kematian orang diakibatkan oleh gas CO terjadi di dalam mobil yakni akibat
kebocoran Freon AC mobil.
Gas ini tidak memunculkan efek sesak napas pada
orang yang menghirupnya. Sebaliknya, orang justru akan merasa senang serta
mengalam euphoria. Dan setelah gas yang terhirup tersebut mencapai otak, korban
akan merasa mengantuk layaknya orang yang terbius. Selanjutnya, gas CO bakal
meracuni tubuh korban hingga akhirnya korban meninggal akibat kekurangan
oksigen.
Berbeda dengan bahaya gas yang berbau atau
terlihat layaknya asap, kehadiran gas CO ini benar-benar tidak disadari oleh
korban. Sehingga, ketika seseorang sudah ‘terjebak’ dalam ruangan beracun
tersebut, kebanyakan nyawanya tidak tertolong. Walau kehadiran gas ini tidak
disadari, tapi bahaya yang ditimbulkan bisa dicegah agar tidak membahayakan
nyawa kita. Caranya adalah dengan meminimalisir kemungkinkan kebocoran Freon AC
mobil yang menjadi penyebab munculnya gas CO. Selain itu, hindari juga memarkir
mobil dalam kondisi mesin dan AC hidup. Kalaupun terpaksa harus menghidupkan
mesin atau AC, pastikan jendela mobil tidak dalam kondisi tertutup rapat tapi
terbuka sedikit. Dengan begitu, oksigen tetap bisa masuk ke dalam kabin mobil
ketika terjadi kebocoran Freon AC.
Saturday, October 3, 2015
Hiu Penghuni Terumbu Karang Great Barrier Reef Australia
![]() |
| Great Barrier Reef di Australia |
Great
Barrier Reef adalah suatu tempat di bagian barat Australia yang
merupakan kumpulan terumbu karang yang memanjang. Great Barrier Reef
membentuk bentangan sepanjang 2300 kilometer dari utara ke selatan
mengikuti alur pulau Australia. Tak hanya terumbu karang, kehidupan
di Great Barrier Reef memiliki kenekaragaman yang tinggi. Maka, sudah
barang tentu bila hari ini tempat tersebut dijadikan sebagai salah
satu keajaiban dunia.
Namun,
sebagai salah satu habita bagi beberapa biota laut, terumbu karang
tersebut juga dihuni oleh beberapa predator. Predator yang terkenal
Hiu. Di Great Barrier Reef terdapat beberapa jenis Hiu yang mendiami
daerah-daerah terumbu karang. Kurang lebih ada sekitar 7 jenis hiu
yang menjadi penghuni tetap di semenanjung karang tersebut. Berikut
jenis-jenis Hiu di Great Barrier Reef.
![]() |
| Coral Catshark |
Hiu
Kucing (Catshark). Jenis hiu ini merupakan bagian dari keluarga Hiu
yang berukuran besar dan catshark (hiu kucing) sendiri memiliki
ukuran tubuh yang panjang, dan mata seperti kucing. Mereka
menjelajahi terumbu karang untuk berburu ikan-ikan kecil dan beberapa
hewan tak bertulang belakang.
![]() |
| Grey Reef Shark |
Hiu
Karang Kelabu (Grey Reef Shark). Hiu ini memiliki warna abu-abu
dengan moncong yang bulat dan sirip berwarna putih. Sering juga
dikenal dengan sebutan hiu sirip putih. Hiu ini banyak ditemukan di
daerah terumbu karang dan memiliki jumlah paling banyak. Mereka
berburu di malam hari, dan pada siang hari mereka sering berenang ke
daerah yang dangkal.
![]() |
| Hiu Kepala Martil |
Hiu
Kepala Martil (Hammerhead Shark). Jenis hiu ini didesain dengan
bentuk kepala seperti huruf T. Gambarannya adalah seperti martil
dengan ukuran pegangan memanjang dan kepala martil membesar. Hiu
kepala martil dapat ditemukan di Great Barrier Reef untuk mencari
ikan-ikan kecil sebagai makanan mereka.
Hiu
Macan Tutul (Leopard Shark). Hiu yang seluruh badannya ditandai
dengan titik-titik berwarna hitam ini disebut dengan hiu macan tutul.
Hiu ini berenang dekat bagian bawah terumbu karang. Mereka hidup
dengan memakan beberapa jenis moluska, udang-udangan dan beberapa
hewan kecil.
![]() |
| Hiu Macan |
Hiu
Macan (Tiger Shark). Di terumbu karang Great Barrier Reef, jenis hiu
ini merupakan hiu yang paling berbahaya. Hiu ini tidak kenal ampun
terhadap hewan apa saja yang dimakan. Bahkan mereka memakan
hewan-hewan seperti burung, ikan pari, dan bahkan hiu tiger memakan
jenis hiu lainnya.
![]() |
| Hiu Paus |
Hiu
Paus (Whale Shark). Hiu Paus adalah hiu berukuran sangat besar dan
dijuluki sebagai ikan terbesar di dunia. Hiu Paus bahkan dapat tumbuh
hingga 12 meter. Hewan yang selalu menyendiri ini menyaring air laut
untuk mendapatkan plankton agar bisa dimakan.
![]() |
| Wobbegong Shark |
Wobbegong.
Adalah jenis hiu yang sering hingga di bagian dasar terumbu karang
Great Barrier Reef. Mereka lebih sering menyendiri di dasar laut
dengan cara melakukan kamuflase (menyamar) untuk menyerupai pasir.
Mereka menggunakan pasir laut untuk melakukan serangan tiba-tiba pada
buruan mereka seperti lobster dan gurita.
Wednesday, September 30, 2015
Perisai Garis Depan Perlindungan Tubuh: Kulit
Kulit,
yang menutupi seluruh tubuh manusia layaknya selubung, penuh dengan
sifat yang menakjubkan. Kulit mampu memperbaiki dan memperbaharui
diri dan air tidak dapat menembus di permukaannya, meskipun banyak
pori-pori kecil yang berfungsi membuang air lewat proses respirasi.
Strukturnya yang luar biasa lentur memungkinkan gerak bebas, padahal
ia cukup tebal sehingga tidak mudah robek. Kulit mampu melindungi
tubuh dari panas, dingin, dan sinar matahari yang merugikan.
Kesemuanya itu hanyalah sedikit sifat kulit yang khusus diciptakan
untuk manusia. Di sini, kita berhadapan dengan sifat khusus dari
kertas pembungkus ajaib ini: Kemampuannya untuk melindungi tubuh dari
mikroorganisme penyebab penyakit. Jika tubuh dianggap sebagai kastil
yang dikepung musuh, kita bisa menyebut kulit sebagai dinding kastil
yang kuat.
Tetesan
keringat yang dikeluarkan dari kulit memainkan berbagai peran bagi
tubuh. Selain menurunkan suhu tubuh, mereka menyediakan zat gizi bagi
bakteri dan jamur tertentu yang hidup di permukaan kulit, dan
menghasilkan bahan sisa bersifat asam seperti asam laktat yang
membantu menurunkan tingkat PH (keasaman) kulit. Media bersifat asam
di permukaan kulit ini menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat
bagi bakteri berbahaya yang mencari tempat tinggal.
Fungsi
perlindungan utama kulit diwujudkan lewat lapisan sel mati yang
merupakan bagian terluar dari kulit. Setiap sel baru yang dihasilkan
oleh pembelahan sel bergerak dari bagian dalam kulit menuju ke
permukaan luar. Sembari melakukan ini, unsur cair (sitoplasma) di
dalam sel berubah menjadi protein kuat yang disebut keratin. Selama
proses ini, sel itu mati. Senyawa keratin yang baru terbentuk ini
mempunyai struktur yang sangat keras dan karena itu tidak dapat
didekomposisi oleh enzim pencernaan. Dengan demikian, penyerang
seperti bakteri dan jamur tidak akan bisa mendapatkan sesuatu untuk
dicabik dari lapisan luar kulit.
Lebih
dari itu, sel mati yang mengandung keratin itu selalu gugur dari
permukaan kulit. Sel-sel baru yang berasal dari bawah untuk
menggantikan sel yang sudah using membentuk penghalang yang tak dapat
tembus di daerah itu.
Respon
pertahanan pertama organisme melawan penyerangnya yang berbahaya
adalah perbaikan sendiri yang cepat dari jaringan kulit setelah
munculnya luka. Ketika luka mencabik kulit, sel-sel pertahanan dengan
segera bergerak ke daerah luka untuk memerangi sel asing dan membuang
sisa-sisa jaringan yang terganggu. Kemudian, sejumlah sel pertahanan
lainnya meningkatkan produksi fibrin, yaitu protein yang dengan cepat
menutupi kembali luka dengan jaringan berserat.
Organisme
yang hidup di kulit menjalankan fungsi perlindungan lain dari kulit.
Sekelompok mikroba tak berbahaya hidup di kulit, dan telah
beradaptasi dengan medium asam kulit. Karena memperoleh makanan dari
bahan-bahan sisa di keratin kulit, mikroba ini menyerang segala macam
benda asing untuk melindungi tempat makannya. Kulit, sebagai tuan
rumah mikroba ini, bagai bidang perlengkapan yang menyediakan
dukungan eksternal bagi pasukan di dalam tubuh manusia.
Monday, September 28, 2015
Rahasia Kekebalan Tubuh Manusia
Kastil Yang Terkepung: Tubuh Manusia
Fakta menunjukkan bahwa kendatipun kita berusaha hidup dalam lingkungan yang bersih, kita berbagi tempat ini dengan banyak mikroorganisme. Kalau Anda berkesempatan mengamati ruangan tempat Anda duduk sekarang ini dengan mikroskop, Anda segera akan melihat jutaan bahkan miliaran organisme yang hidup berdampingan dengan Anda.
Pada situasi ini, tubuh manusia layaknya “kastil yang terkepung”. Tak perlu dikatakan, kastil itu, yang dikelilingi oleh musuh yang jumlahnya tak berhingga, mestilah dilindungi dengan cara yang sangat lengkap dan teratur. Manusia diciptakan bersama perlindungan sempurna yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, manusia bukanlah sepenuhnya tak berdaya melawan musuh-musuh ini. Pasukan penjaga “berukuran mikro” di dalam tubuh kita tidak pernah meninggalkan kita, mereka bertempur demi kepentingan kita di garis depan.
Sel-sel pengganggu yang ingin menyerang tubuh pertama-tama harus berusaha mencari jalan melewati garis depan tubuh. Walaupun terkadang garis depan ini memiliki kelemahan, musuh tidak gampakng untuk masuk melewatinya. Pertahanan pertama yang harus dihadapi musuh adalah kulit kita.
Disamping kulit yang merupakan pertahanan paling luar tubuh manusia, ternyata tubuh kita dilengkapi dengan berbagai sistem proteksi khusus. Bahkan, setiap sistem yang tertanam dalam tubuh manusia juga dilengkapi dengan sistem perlindungan yang efektif dan efisien. Sebut saja seperti adanya cilia (bulu halus) pada hidung yang mampu bertindak sebagai selektor ketika manusia bernapas. Kemudian adanya mikroba pelindung di dalam usus-usus yang berkaitan dengan pencernaan. Dan bahkan, ada pula organ-organ manusia yang bertindak sebagai sebuah akademi untuk menciptakan alat perlindungan bagi tubuh manusia.
Pada artikel kali ini, rahasia kekebalan tubuh manusia hanya sebatas latar belakang informasi. Pada artikel-artikel berikutnya akan dijelaskan tentang sistem pertahanan tubuh manusia secara sistematis. Oleh karena itu, jangan sampai ketinggalan untuk info-info menarik lainnya.
Saturday, September 26, 2015
Jenis Tanaman Ganja yang Dilegalkan di Beberapa Belahan Dunia
Ketika kita menyebut ganja, maka yang terlintas di benak adalah suatu tanaman golongan aditif. Ganja bahkan dimasukkan dalam golongan Narkoba (Narkotika dan obat-obatan terlarang) sehingga peredarannya tidak sah (melawan hukum) di Indonesia. Namun, ternyata banyak tanaman-tanaman yang sejenis dengan ganja mudah ditemukan di berbagai negara dan peredarannya dibawah payung hukum.
Khat. Adalah tanaman yang banyak tumbuh di Semenanjung Afrika dan Arab. Memiliki nama latin Catho edulis dan populer dengan nama khat or qat. Tanaman ini memiliki ciri-ciri berupa daun-daunnya yang membentuk rerumputan dan berwarna hijau. Daun khat mengandung senyawa yang mirip dengan amphetamine sebagai perangsang katinon. Efek dari khat adalah kegembiraan, euphoria dan berkurangnya nafsu makan.
Salvia. Banyak ditemukan dan tumbuh baik di daerah Amerika Tengah dan Selatan, Salvia merupakan spesies terbesar dari genus keluarga tanaman mint, dan banyak spesies dari mint mengandung senyawa psikoaktif. Untuk spesies Salvia apiana ini digunakan untuk bahan pemurnian pada setiap ritual yang dilakukan oleh Suku asli Amerika, sedangkan spesies lainnya seperti Salvia Divinarum sering digunakan oleh dukun Mazatec untuk memberikan efek halusinasi.
Peyote. Tanaman kaktus yang satu ini berukuran kecil dan tidak berduri ini merupakan tanaman asli wilayah Texas dan Meksiko dan dikenal populer melalui kandungan senyawa alkaloid psikoaktif. Kaktus ini juga mengandung senyawa alami psikedelic yaitu senyawa yang mampu menghasilkan efek halusinasi atau meskalina. Sering digunakan sebagai bahan ritual dalam rangka memasuki alam pikiran manusia. Selain itu peyote juga digunakan sebagai bahan yang dikonsumsi untuk meditasi.
Coca. Coca adalah salah satu jenis tanaman dari genus Erythroxulaceae. Menariknya, walaupun tanaman ini legal untuk ditanam, salah satu senyawa alkaloid yang terkandung di dalamnya adalah bahan utama dalam pembuatan kokain yang merupakan narkotika berbahaya. Tanaman koka tumbuh dan banyak ditemukan di Kolombia dan Bolivia. Meskikpun mengandung senyawa alkaloid untuk membuat kokain, tanaman ini legal untuk dikonsumsi tetapi tidak untuk diekstraksi.
Datura. Adalah tanaman yang banyak ditemukan di daerah Afrika Utara dan Amerika, sangat populer bagi tukang kebun dikarenakan bunganya yang menarik. Namun, datura memiliki sifat halusinogen dan bahkan mengandung banyak senyawa kimia beracun seperti Atropin sehingga sangat berbahaya. Lebih jauh, racunnya sangat bervariasi sehingga tanaman ini dikategorikan sebagai tanaman berbahaya.
Kava-Kava. Tanaman dengan nama latin Piper methysticum ini banyak ditemukan di daerah Oceania. Ia dapat dikunyah dalam kondisi mentah, tetapi seringkali dikonsumsi sebagai pasta ataupun dicampur dengan air panas. Kava-kava mengandung senyawa yang disebut kavaloctones yang mememiliki efek menenangkan sehingga sering digunakan sebagai obat analgesik atau obat bius. Disamping itu sering juga digunakan sebagai obat untuk meningkatkan daya ingat.
Iboga. Tabernanthe iboga adalah nama lengkap dari tanaman ini yang merupakan tanaman asli Afrika Tengah. Banyak ditemukan di hutan hujan dan sering digunakan suntuk upacara-upacara tertentu. Iboga sangat manjur untuk meningkatkan sistem imun karena memiliki senyawa psikedelik. Selain itu, Iboga mengandung senyawa alkaloid ibogaine.
Cannabis (Ganja). Ganja sering disebut dengan cimeng dan mariyuana. Tanaman ini mengandung senyawa yang mampu memberikan efek halusinasi pada penggunanya. Menariknya, di Inggris ganja merupakan bahan yang illegal sejak tahun 1920. Tetapi, Cannabis diizinkan sebagai obat antimuntah pada pasien kanker yang sedang menjalankan pengobatan kemoterapi, sebagaimana ia juga dapat membantu pasien yang menderita multiple sclerosis.
Saturday, September 8, 2012
Sejarah Penemuan dan Pengertian Sel
12:58 AM
Biologi, Biologi Farmasi, Biologi Sel, Farmasi, Ilmu Budaya, Ilmu Sejarah, Sains dan Teknologi, Sejarah Penemuan Sel, Teori Sel
3 comments
Dalam pembelajaran Ilmu Biologi maka anda akan dihadapkan dalam pembahasan utama yaitu Sel. Sejarah perkembangan ilmu biologi telah memberikan kita pengetahuan mengenai makhluk hidup yang tersusun atas kumpulan unit-unit yang tersusun secara organisatoris. Yang berarti masing-masing unit memiliki interaksi yang saling mempengaruhi satu sama lain dalam rangka membuat makhluk hidup dapat hidup dan beraktivitas. Layaknya sebuah organisasi, kumpulan unit tersebut merupakan penyebab utama adanya makhluk hidup yang hingga sekarang terdiri dari kurang lebih 4 juta jenis.
Sel, yang merupakan bagian dari makhluk hidup yang terdiri atas unit/ satuan dengan ukuran terkecil penyusun makhluk hidup. Memang tidak gampang untuk mendefenisikan secara umum apa yang dimaksud dengan sel. Ada yang beranggapan bahwa sel itu merupakan Organisatoris bagian-bagian dari tubuh makhluk hidup yang mampu melaksanakan kehidupan. Dan ada pula yang beranggapan Sel itu adalah kotak-kotak kecil. Ada berbagai pendapat mengenai sel, namun sebelum itu mari kita bahas sejarah mengenai penemuan sel itu sendiri.
Sejarah perkembangan ilmu biologi sel berawal dari teori makhluk hidup dari Aristoteles yang mengatakan bahwa "Semua makhluk hidup tersusun dari suatu benda atau unit struktural terkecil yang mempengaruhi kehidupan organisme". Namun, orang pertama yang melakukan pengamatan terhadap sel adalah seorang ilmuwan biologi yang berasal dari Inggris bernama Robert Hooke. Hooke pada saat itu mengamati sebuah sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop majemuk hasil modifikasinya.
Dari hasil pengamatannya ia melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang berpori, namun pori-porinya tidak beraturan. Ia menamakan ruangan-ruangan kecil itu dengan nama Sel dan mempublikasikan makalahnya mengenai sel pada tahun 1665. Sejak itu banyak para ilmuwan biologi melakukan penelitian mengenai biologi sel. Tetapi, sel yang diamati oleh Hooke merupakan sel gabus yang telah mati, dan tidak memiliki landasan acuan mengenai organisme atau makhluk hidup.
Dalam situsnya wikipedia menuliskan Pada masa yang sama di Belanda, Antony van Leeuwenhoek, seorang pedagang kain, menciptakan mikroskopnya sendiri yang berlensa satu dan menggunakannya untuk mengamati berbagai hal. Ia berhasil melihat sel darah merah, spermatozoid, khamir bersel tunggal, protozoa, dan bahkan bakteri. Pada tahun 1673 ia mulai mengirimkan surat yang memerinci kegiatannya kepada Royal Society, perkumpulan ilmiah Inggris, yang lalu menerbitkannya. Pada salah satu suratnya, Leeuwenhoek menggambarkan sesuatu yang bergerak-gerak di dalam air liur yang diamatinya di bawah mikroskop. Ia menyebutnya diertjen atau dierken (bahasa Belanda: 'hewan kecil', diterjemahkan sebagai animalcule dalam bahasa Inggris oleh Royal Society), yang diyakini sebagai bakteri oleh ilmuwan modern. (id.wikipedia.org/wiki/sel)
Pada tahun 1675–1679, ilmuwan Italia Marcello Malpighi menjabarkan unit penyusun tumbuhan yang ia sebut utricle ('kantong kecil'). Menurut pengamatannya, setiap rongga tersebut berisi cairan dan dikelilingi oleh dinding yang kokoh. Nehemiah Grew dari Inggris juga menjabarkan sel tumbuhan dalam tulisannya yang diterbitkan pada tahun 1682, dan ia berhasil mengamati banyak struktur hijau kecil di dalam sel-sel daun tumbuhan, yaitu kloroplas. (id.wikipedia.org/wiki/sel)
Dikarenakan adanya perbedaan penelitian mengenai biologi sel sehingga begitu banyak pengertian sel, dan dikenal dengan sebutan Teori Sel. Berikut beberapa pendapat mengenai Teori sel:
Robert Brown - "Sel merupakan suatu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang didalamnya terdapat cairan yang disebut Protoplasma"
M.J. Scheleiden & Theodore Schwann - "Sel adalah unit Struktural dan Fungsional dari Organisme Hidup"
Rudolf Virchow - "Sel berasal dari Sel / Omnis Cellula Ex Cellula"
Felix Durjadin - "Rongga Sel tersusun atas Cairan yang disebut dengan Sarcode"
J. Purkinye - "Rongga Sel tersusun atas Cairan yang disebut dengan Protoplasma"
Max Schultze - "Sel merupakan kesatuan fungsional"
Hanstein - "Sel merupakan kantong yang berisi Organel"
Dari beberapa pendapat para ahli menunjukkan bahwa, Sel merupakan satuan yang paling kecil dan memiliki pengaruh dalam kehidupan organisme. Hal tersebut dikarenakan Sel memiliki bagian-bagian penting yang menjadikan sebuah organisme memiliki fungsi-fungsi tertentu seperti Darah, Jantung, Saraf dan lain sebagainya. Namun, seiring perkembangan Ilmu Biologi Sel, Maka secara modern Teori Sel yaitu:
- Sel adalah unit structural dari makhluk hidup.
- Sel adalah unit fungsionla dari makhluk hidup.
- Sel adalah pembawa sifat dari makhluk.
- Sel baru berasal dari sel itu sendiri (pembelahan sel).
- Setiap sel mempunyai aksi dan tugas secara bebas sebagai bagian integral dari organisme lengkap.
Untuk ukuran, Sel memiliki berbagai macam ukuran ada yang berukuran mikron dan ada pula yang berukuran nano.
Ditulis Oleh Averroes F Piliang
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel
http://sains.geoklik.com/pengertian-sel-menurut-beberapa-ahli/
http://rianhafitsjp.blogspot.com/2011/07/teori-sel-menurut-beberapa-ahli.html
Subscribe to:
Posts (Atom)





















